Bunga🌷 RI Butta Bersejarah
https://bengkelnarasi.com/2026/01/01/bunga%f0%9f%8c%b7-ri-butta-bersejarah/
Bismillahirrahmanirrahim. Sebuah kalimat tertulis dalam kitab suci umat Islam. Dalam awal perjalanan peradaban Islam kita akan mengarungi beberapa kerajaan besar dan kuat berumur ribuan tahun lamanya. Persia dan Romawi dalam surat yang dituliskan penghulu Islam. Disematkanlah kalimat Basmalah yang menjadi saksi serta akan membawa kita berlabuh pada kisah-kisah heroik.
Alhamdulillah kalimat dari ucapan rasa syukur menjadi inspirasi ucapan dalam melangkah dan berucap atas segala hal dari Karun Allah dalam setiap saat dan menjadi penopang dalam aktivitas kehidupan manusia.
Suatu hal pula bahwa rasa syukur kita akan karunia Allah. Kita dijadikan sebagai Ummat dari utusan penutup para Nabi dan Rasul. Beliau merupakan utusan penyempurna risalah dalam membentuk karakter dan kepribadian manusia. Kepribadian yang menjadi petunjuk dalam kehidupan seharian kita dari terbangunnya dipagi dengan berbagai aktivitas keseharian sampai pada beristirahat di waktu malam. Pola Kehidupan di keseharian pula dalam hal prilaku pribadi dan prilaku sosial menjadi hal yang sangat perlu merujuk pada kehidupan Beliau (Rasulullah). Memuji Rasulullah dalam bersholawat merupakan pula bagian dari rasa syukur kita.
Dalam kutipan ini akan menjadi rasa syukur tentang kehadiran manusia di bumi ini. Melalui sepasang insan dalam diri kedua orang tua . Melalui karunia Allah pada mereka kita terlahir dan dirawat dalam pertumbuhan hidup kita, mereka memenuhi kebutuhan hidup jasmani dan rohani. Mereka mengajari dan memfasilitasi kita dalam kita memahami pola kehidupan di bumi ini. Untuk rasa syukur ini kita dianjurkan berbakti serta selalu mendoakan kebaikan kepada mereka berdua.
Suatu hari dipagi yang cerah, sinar cahaya menyebar ke seluruh penjuru tersinari lampu utama pusat tata surya. Langkah-langkah bertebaran dalam menelusuri penjuru-penjuru jalanan dalam mencari karunia Tuhan. Di sudut lorong sebuah dusun di wilayah Kabupaten Parigi Mautong. Melangkahlah seorang anak kecil menuju sebuah taman kanak-kanak dengan kaki mungilnya. Suatu hal yang menjadi bagian memori indah masa itu. Setiap ke taman Kanak-anak itu selalu membawa bekal nasi kuning dan sepulang dari Taman singgah bermain bersama anak paman sampai sore tiba dan dijemput orang tua untuk kembali ke rumah.
Donggala dalam gambaran geografis letaknya berada di tengah Pulau Sulawesi. Donggala dalam jejak peradaban begitu banyak menjadikan saksi bagian dari perjalanan kehidupannya. Kerajaan Banawa yang juga tercatat dalam epos I Laga Ligo sebuah karya sastra yang panjang lebih dari epos Mahabharata yang salinannya ada terdapat di Belanda.
Berjarak -+ 100 Km ada sebuah daerah yang menjadi bagian dari program pemerintah dalam pemerataan dan pengelolaan wilayah untuk menjadi lebih produktif. Transmigrasi yang di canangkan mulai dari masa Pemerintahan Presiden Soeharto. Pada tahun 1991 penempatan transmigrasi pertama di Kecamatan Rio Pakava dan Lalundu dengan total penempatan 7 Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) yaitu; Lalundu 1 sejumlah 400KK, UPT Lalundu II sejumlah 520KK, Lalundu III sejumlah 526 KK, Lalundu IV sejumlah 400KK, Lalundu V sejumlah 325 KK, Bonemarawa sejumlah 100KK dan Tinaukan sejumlah 500KK (KOMIU. ID)
Di Tahun 1997 dari Parerenan ke Lalundu berjarak -+ 250 KM mendapat informasi bahwa daerah Transmigrasi baru ini memiliki tanah yang subur mendorong kami untuk bermigrasi ke suaka baru. Memindahkan aset lokasi perkebunan ke dataran Lalundu. Di wilayah ini kami bermukim di UPT Lalundu V (sekarang Panca Mukti). Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat dasar, kami bermigrasi lagi ke pusat wilayah pemerintahan Kecamatan Rio Pakava (Desa Lalundu). Beberapa tokoh yang ada di wilayah Desa Panca Mukti, Desa Lalundu dan Desa Bonemarawa. Mereka berinisiasi untuk mendirikan lembaga pendidikan setingkat menengah.
Tahun 2003 didirikan sebuah lembaga pendidikan yang berasaskan bidang ke agamaan dan umum. Desa Panca Mukti menjadi wilayah yang dipilih untuk penempatan proses belajar mengajar. Sebuah gedung yang sebelumnya menjadi bascamp penempatan bahan untuk mendirikan pemukiman warga transmigrasi di UPT Lalundu V. Selanjutnya salah satu warga desa Panca Mukti mewakafkan sebidang tanah untuk pembangunan gedung sekolah. Dari tanah wakaf itu kemudian didirikan sebuah madrasah di bawah naungan Kementerian Agama. Di madrasah itu menjadi bagian proses pendidikan kami lalui hingga tahun 2009.
Tahun 2009 melanjutkan pendidikan di sebuah lembaga pemerintah untuk membina masyarakat dalam suatu keahlian khusus. Bidang otomotif kendaraan roda dua yang menjadi fokus dalam pelatih itu. Selamat sebulan kami mendapat pembinaan dalam bentuk teori dan praktek untuk mengenal bagian-bagian mesin dan jalur kelistrikan dari kendaraan roda dua. Sebulan berikutnya melakukan praktek kerja di sebuah perusahaan otomotif produksi Negara matahari terbit bermerek Suzuki.
Tahun 2010 melanjutkan pendidikan Tinggi di sebuah Universitas untuk mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang pendidikan dan Alhamdulillah selesai ditahun 2014. Selepas menyelesaikan pendidikan perjalanan masih berlanjut di kota makassar dengan tujuan menambah pemahaman pengalaman dalam dunia kerja. Di sebuah perusahaan media nomor 1 di kota Makassar. Profesi yang kami tekuni di bidang sirkulasi media cetak. Di profesi ini menemukan berbagai realita kota dengan berbagai kesibukan aktivitas kota. Berbagai event dunia promosi pemasaran kami ikuti. Salah satunya event di sebuah market Mall di Trans Studio Makassar.
Dari event promosi itulah bermula sepasang manusia ditakdirkan dalam menjalani sebuah kisah perjalanan kehidupan dalam istana cinta. Seorang pangeran dari sudut tanah Wajo. Seorang putri bagai bunga dari sudut butta gowa di daerah perbukitan kota sejuk. Diawal pertemuan itu kami sekedar saling berbagi tentang dunia kerja.
Berawal dari inisiasi seorang teman satu tenan untuk meminta pin bb sebuah platform pengembangan perangkat lunak berupa media komunikasi dari sebuah merek Handset Blackberry.
Dalam pertemuan singkat itu kami melaksanakan aktivitas kerja masing-masing. Memilih kembali ke tanah rantau tempat kami memulai mempelajari ilmu dasar dan menengah dalam tujuan pengabdian dalam dunia pendidikan.
Bermula dalam perjalanan mudik liburan diakhir tahun dari perjalanan rantau. Suatu budaya tradisi yang juga menjadi bagian dari salah satu tradisi masyarakat Sulawesi Selatan bersilaturahim ke sanak saudara. Dari sebuah wilayah kecamatan Rio Pakava, Donggala berkunjung ke tanah Wajo yang juga dijuluki sebagai kota sutra. Setelah selesai berkunjung, arah melanjutkan untuk bersilaturahim (sila ukhuwah) pula ke teman-teman seperjuangan dalam menempuh pendidikan tinggi dan teman-teman seperjuangan dalam dunia kerja di Kota Makassar.
Roda perjalanan kehidupan sejatinya pasti berputar kami dapat berjumpa dari sebagian kawan saja. Sebagaimana halnya dengan waktu singkat dari libur akhir tahun. Dari perjumpaan ini kita berbagi kisah perjalanan yang kita lewati dalam rentan beberapa tahun yang kita lalui. Ada yang mengabdikan diri dibidang pemerintah, wirausaha, kesehatan dan media.
Dari bidang-bidang profesi yang mereka tekuni. Serta cerita yang kita bagi bersama saling menginspirasi dan mengapresiasi dalam menekuni profesi dengan profesional.
Ada sebuah profesi yang menjadi bagian kisah yang akan mengawali langkah dalam kehidupan dua insan. Bidang kesehatan yang menjadi fokus perhatian yang juga menjadi bagian dari hal yang begitu penting dalam kehidupan manusia. Pola dalam prinsip hidup yang dijalani menemukan titik dalam hal menentukan sebuah jalan takdir. Pilihan takdir itu ada sesuai dengan prinsip seseorang. Menjalaninya sesuai dengan pilihan dan ada jalur rel yang menjadi batas yang ditentukan Pemilik Kehidupan.
Untuk sang bunga itu melaksanakan pengabdian di dinas sosial dalam urusan pendataan penduduk setelah itu mengabdikan diri di lembaga kesehatan masyarakat sebuah Rumah sakit Islam swasta di Kota Daeng.
Dari prinsip itu kami menentukan suatu langkah dalam menentukan jalan takdir yang akan arungi. Sebuah ikrar janji suci dalam ikatan yang sesuai dengan ketentuan Pemilik Cinta di 23 Sya'ban 1445 H.
Janji suci dan merupakan sumpah pemuda yang sangat sakral, bahkan saat ikrar akad diucapkan maka bergetarlah 'Arasy, singgasana Allah dalam Islam.
Hal yang bukan menjadi suatu tujuan dalam perjalanan hidup kami di awal perjumpaan. Di dunia kerja yang pernah kami tekuni beberapa kawan menyarankan untuk kami bersama. Mereka menilai dari prinsip kepribadian yang kami jalani di keseharian.
Kota Makassar pintu gerbang untuk menjelajahi wilayah timur Indonesia. Merupakan pusat kota besar di Sulawesi yang menjadi saksi perkembangan peradaban manusia di pulau Sulawesi. Menjadi saksi pula bagi seorang pelajar dalam menempuh pendidikan untuk menjadi tumpuan dalam perjalanan kehidupan. Mengenal kota Makassar dari sudut sejarah kita akan mengarungi berbagai kisah heroik nan indah untuk menjadi pembelajaran generasi.
Berjarak 6-8 km kita akan tiba di sebuah bangunan di pusat ibu kota kabupaten Gowa. Menapaki langkah menelusuri jejak peradaban yang pernah ada dibagian selatan pulau Sulawesi. Kita akan menemukan begitu banyak saksi bisu sejarah, menyimpan kisah hampir disetiap sudut kota.
Prinsip"Si patokkong, si pakainge si pakalebbi na ta fada si duppa ri coppo assalamakenge". Dari prinsip itu diri meratap pada penentu semesta. Menelusuri jiwa yang lemah dalam munajat ke hadirat Pencipta semesta adakah menemukan langkah yang pernah ia takdirkan pada insan akan penopang langkah kemajuannya, menuju kesatuan dalam perjuangan menjalani lankah-langkah mencapai balasan kebaikan dari penentu Al-haq.
Taman akan menggambarkan berbagai macam rupa. Dari berbagai sudut pandang akan di dapati pandangan. Taman itu akan ada tumbuhan pohon-pohon rindang. Taman itu ada rumput yang ditanam begitu rapi. Di perkotaan taman juga menjadi tempat berolahraga pagi juga sore hari. Taman itu tempat berkumpul berbagi cerita senda gurau bersama teman-teman. Taman itu berbagai tanaman bunga yang nampak indah dengan warna dan aroma khas begitu semerbak. Membahagiakan bagi yg memandang serta menenangkan saat menghirup aroma wanginya. Bunga itu mekar tak hayalan datang kumbang membersemaikan kelopaknya menjadi buah yang hijau segar.
Butta bersejarah begitu dikenalnya suatu wilayah sebelah timur kota Makassar. Kota Sungguminasa yang merupakan pusat kota kabupaten Gowa. Sebuah bangunan istana kerajaan Gowa dikenal dengan nama Balla Lompoa. Menjadi salah satu ikon kota Sungguminasa berjarak -+ 1000 Meter. Mengarah ke arah selatan sebuah Ikon kota juga akan dijumpai bangun yang menjadi tempat peribadatan Umat Islam. Selain menjadi tempat peribadatan Masjid Agung Syekh Yusuf dijadikan sebagai tempat berbagai aktivitas sosial keagamaan. Sebelah barat sebuah taman kota yang menjadi tempat masyarakat di sekitar berolahraga.
Di sekitar Masjid Agung Syekh Yusuf nampak setangkai bunga. Mekarnya bunga dengan keindahannya dapat dipastikan kumbang akan menghampiri. Ibarat keindahan taman, sebuah jalinan dalam diri dua insan manusia bertaut. Dari saripati bunga menjadi buah, helai-helai kelopak bunga gugur berevolusi menjadi humus bagi kesuburannya.
Kebahagiaan Hadirnya generasi ibarat buah yang merupakan hadiah dari Maha Rahman yang akan menjaga taman selalu indah. Dengan aqidah yang kokoh akan membawa insan manusia menjalan syariah dengan indah.
Itulah bagian singkat kisah kasih dua insan manusia berlatar pulau Sulawesi, pulau yang memiliki sejarah panjang dalam peradaban manusia.
Komentar
Posting Komentar